![]() |
Sejak tahun 2015, setahun setelah Ridho Ficardo memimpin Provinsi Lampung, produksi beras surplus. Salah satu kiatnya, para petani tetap bisa menanam sawahnya pada musim kemarau sehingga bisa dua kali panen setahun.
Dengan terobosan tersebut, Gubernur Lampung Ridho Ficardo berhasil menaikkan 9,69 persen produksi padi menjadi 3,64 juta ton gabah kering giling (GKG) pada 2015 dan naik lagi 19,71 persen jadi 4,35 juta ton GKG tahun 2016.
Menurut Kadis Pengairan dan Pemukiman Lampung Endarwan, selain kebijakan Ridho Berbakti, peningkatan produksi padi didukung pula para pelaksana teknis di lapangan, yakni kepada UPTD dan jajarannya.
Yang tak kalah penting, Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3TA). Gubernur Ridho Ficardo melihat perkumpulan tersebut salah satu penentu ketersediaan air hingga di tingkat pemakai. "Mereka yang menjaga, merawat, dan mengalirkan air," ujar Endarwan, Kamis (7/9/2017).
Provinsi Lampung mendapatkan penghargaan pin emas sebagai daerah penghasil pangan terbesar dari Pemerintah Joko Widodo-Jusuf Kalla pada 20 Oktober 2015. Lampung masuk lima besar provinsi yang menjadi lumbung pangan Nasional. (*)
