![]() |
| Ilustrasi Pasar |
"
Ya, dalam waktu dekat ini akan kita rapatkan dengan beberapa satker untuk
kembali menghidupkan terminal agrobisnis, kita tunggu anggaran dari pusat untuk
membenahinya, dan kemudian kita hidupkan menjadi pasar induk, akan kita
optimalisasikan dengan segera," jelasnya saat ditemui di Balai keratun,
Rabu (13/1).
Lebih
lanjut orang nomor satu di Lampung mengatakan, bila anggaran dari pusat sudah
bisa dicairkan, tidak menutup kemungkinan nantinya terminal agrobisnis kembali
hidup.
Sebelumnya
diketahui Ketua DPRD provinsi Lampung Dedi Afrizal mengatakan, bahwa terminal
argobisnis perlu ditata ulang kembali. Selama ini bangunan yang sudah mencapai
dua belas tahun ini belum ada manfaatnya bagi masyarakat.
Melihat
keberadaan terminal agrobisnis Lampung yang rencananya seperti induk utama
masih belum tepat. Sebab, para petani di Provinsi Lampung masih belum
siap. Termasuk petani di Kabupaten Lampung Selatan.
Lebih
lanjut politisi partai PDIP itu menjelaskan, karena keberadaan terminal
agrobisnis sendiri, lanjutnya, tidak hanya akan dijadikan tempat transaksi
lokal. Tapi juga dimasukan dalam sistem logistik nasional. Dimana, terang dia,
produk pertanian yang masuk dalam terminal agrobisnis sudah harus memiliki
standar kualitas yang baik.
Saat
ini kerja keras Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung di bidang perekonomian
mulai membuahkan hasil. Sebelumnya, Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo
menyepakati nota kesepakatan (MoU) dengan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja
Purnama. MoU itu bernomor 14/2015 dan 520/1137/04/2015 tentang Penyediaan Bahan
Pangan dari Provinsi Lampung untuk Provinsi DKI Jakarta. (BW).
