728x90 AdSpace

Latest News
Sabtu, 13 Februari 2016

Badri SPRI : Pejuang Kaum Marijinal Lampung

Badri ketua SPRI Lampung,  Saat JBT Mewancarai Di kediamanya Jl. Pisang, Nomor 18, Kelurahan Pasir Gintung, Kecamatan Tanjung Karang Pusat, Bandar Lampung. 
JURNALISBAWAHTANAH.COM-Saat itu, sekitar pukul 12 malam, setelah seluruh keluarga terlelap dari tidurnya, Badri merasakan hal yang janggal atas kejadian aneh yang di rasakan dirinya dan keluarga, tak kala seseorang yang sama-samar di lihatnya dari selah jendela mendatangi rumahnya dan melempar sesuatu benda ke atap rumah dengan kerasnya. Sontak membuat kaget seluruh keluarganya terjaga dan beranjak dari tidurnya.

Namun, dari kejadian yang menimpa badri dan keluarga, dirinya mengingat akan kejadian yang sebelumnya di lakukanya bersama organisasinya SPRI menuntut berdayakan pasar tradisional di pasar Pasir gintung dan menentang pasar modern yang akan di canangkan pemerintah kota Bandarlampung.

Karena pertentanganya dengan pemerintah melibatkan pengusaha maka intimidasi yang di rasakan secara langsung berimbas pada pedagang kaki lima yang ada di pasar gintung.

Setidaknya hasil loby dari pihak pengusaha mengenai pertentanganya memperjuangkan hak kaum miskin agar pasar tradisional tetap berdiri kukuh, tanpa ada camur tangan pihak lain yang memanfaatkan pasar di jadikan keuntungan bagi pengusaha untuk menguasai market, imbasnya akan di rasakan kaum miskin sebagai pedagang kecil di pasar pasir gintung.

“Kalau pasar tradisional di gusur, dan dijadikan pasar modern, lantas bagaimana nasib kaum kecil yang berjualan di pasar” Tegasnya Ketua SPRI (Serikat Perjuangan Rakyat Indonesia), saat wawancara dengan jurnalisbawahtanah.com di kediamanya di Jalan Pisang, Nomor 18, Kelurahan Pasir Gintung, Kecamatan Tanjung Karang Pusat, Bandar Lampung. Sabtu (13/2).

Menurutnya, intimidasi yang dirasakan bagi kaum marijinal  yang notabene masyarakat miskin saat berdagang di pasar pasir gintung, dirinya bahkan menantang siapa orangnya yang mengintimidasi pedagang. Saat ditanya apakah dirinya mengalami intimidasi secara langsung oleh pihak yang merasa di tentang karena memanfaatkan preman pihak yang mengintimidasi para pedagang, Tetapi bagi dirinya sampai sejauh ini tidak mengalami secara langsung intimidasi.

Saat mengenang masa lalunya, Ia teringat melihat sang ibu kerap setiap harinya mengalami intimidasi dikala sang ibunda sering di gusur daganganya oleh pihak pemerintah. Maka dirinya merasa terpanggil masuk dalam kelompok marjinal untuk membela masyarakat kecil, tak lebih karena dirinya bertemu dan merasakan langsung keluhan masyarakat saat dirinya menjalani profesinya sebagai supir angkutan. Apalagi menurutnya kegiatan yang di lakukanya selepas menarik angkutan. Jika pada saat sore tetap menjalankan organisaainya.

“Siang saya narik angkot, malam saya beroganisasi” Katanya.

Dirinya mengatakan sampai kapanpun akan membela kaum yang lemah, dan memperjuangkan nasib kaum miskin yang dirasakan sampai detik ini warga masyarakat khususnya Bandarlampung masih banyak nasib kaum marijinal di bawah garis kemiskinan, tidak dapat perhatian khusus oleh pemerintah daerah.

“Kalau mau lihat secara jelas, coba lihat rumah pedagang dan tukang ojek, mereka tinggal dari kontrakan ke kontrakan lain, miris kalau kita lihat secara langsung kehidupan mereka, yang kaya semakin kaya, sedangkan yang miskin semakin miskin.” Ucap mantan balon Walikota Bandarlampung tahun 2015 ini. (JBT).
Item Reviewed: Badri SPRI : Pejuang Kaum Marijinal Lampung Rating: 5 Reviewed By: Unknown